Meningkatkan Kinerja Raspberry Pi Dengan Hat

Salah satu hal yang begitu diandalkan dari Raspberry Pi ialah kemampuannya untuk terhubung dengan banyak sekali physical hardware melalui GPIO (General Purpose Input/Output) connector. Ada begitu banyak pengembang third party add-on board yang sanggup dipasangkan pada Raspberry Pi guna menambah kinerja dan fungsinya, menyerupai motor controller, LED, button, sensor, microcontroller, LCD, ADC, dan juga DAC.
Pada Raspberry Pi model A dan B, terdapat 26 pin GPIO connector. User memasang add-board pada model A atau B yang biasanya harus menangani driver mana saja yang dibutuhkan oleh board tersebut, dan kemudian mengatur berkas Linux yang relevant semoga sanggup dimuat pada dikala boot time sebelum board tersebut sanggup digunakan, atau memuatnya secara manual memalui command line.
Pada awalnya Raspberry Pi tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak board yang terpasang, dan banyak sekali driver yang ada, ketika memuat, secara pribadi akan menganggap bahwa GPIO sanggup dipakai oleh mereka sendiri. Dalam banyak kejadian hal tersebut sanggup bekerja dengan baik, namun hal ini sanggup menjadi sedikit tricky bagi para user yang masih baru. Driver pada Linux secara buta menganggap bahwa pin GPIO selalu tersedia yang terkadang akan menciptakan beberapa kebingungan.

Salah satu hal yang begitu diandalkan dari Raspberry Pi ialah kemampuannya untuk terhubung Meningkatkan Kinerja Raspberry Pi dengan HAT


Raspberry Pi B+ telah dirancang secara specific untuk sanggup terintegrasi dengan add-on boards yang disebut dengan HAT. Bayangkan Raspberry Pi memakai topi (HAT) yang menciptakan kinerjanya menjadi lebih baik. Hardware Attached on Top (HAT) merupakan sebuah add-on board untuk Raspberry Pi yang telah memenuhi beberapa syarat, yang akan meningkatkan kinerjanya. Satu feature yang begitu significant dari HAT yakni kemampuannya untuk menciptakan Raspberry Pi mengenali HAT yang terpasang dan dengan sendirinya mengatur konfigurasi GPIO dan driver pada board tersebut, sangat mudah dan memudahkan bagi para user baru.
Secara sederhana sebuah HAT merupakan sebuah board persegi berukuran 65x56mm, yang mempunyai empat buah lubang yang memudahkannya untuk terpasang dengan Raspberry Pi. HAT akan mulai bekerja dengan sendirinya begitu terpasang, dalam hal ini Raspberry Pi sanggup melakukannya dengan memakai dua buah pin GPIO yakni, ID_SD dan ID_SC, pin nomor 27 dan 28. Kedua pin tersebut telah diatur untuk terhubung dengan chip EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) yang ada pada HAT. Chip EEPROM memuat berkas .dtf, yang merupakan ‘device tree’, yang harus ada pada HAT. Pada dikala sebuah HAT terpasang dengan dengan Raspberry Pi, maka Pi akan sanggup pribadi mengenalinya, dengan membaca berkas .dtf tersebut, dan selanjutnya mengenali fungsi hardware yang terpasang. Raspbian (operating system) selanjutnya akan memuat semua driver yang dibutuhkan oleh hardware dengan sendirinya, melaksanakan set up pada pin GPIO menurut hal tersebut, sampai balasannya HAT siap untuk digunakan.
Sebuah HAT harus mempunyai EEPROM yang memuat rincian isu hardware yang terpasang pada board tersebut. Hal ini memungkinkan Rapberry Pi untuk mengenali dan terhubung dengan HAT dan melaksanakan pembiasaan GPIO dan driver dengan sendirinya pada board. HAT pertama kali diperkenalkan pada dikala peluncuran Raspberry Pi model B+ pada tahun 2014. Sejak dikala itu, sudah berkembang banyak sekali macam HAT yang unik dan menarik, semisal saja theUnicorn HAT, Piano HAT, Sense HAT, dan juga Explorer HAT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Image Processing Binary Threshold Visual Studio C#

Dragon Ball Super Pertaruhan Nasib Alam Semesta

Introducing Raspberry Pi Hats